Hampir semua wisatawan tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati makanan tradisional saat menjelajahi daerah tertentu. Dalam hal ini, Kota Semarang tidak terkecuali karena banyak sekali makanan khas Semarang yang sangat enak dan lezat untuk dinikmato. Jadi, apa yang bisa ditemukan orang di Semarang?

Mungkin yang paling terkenal adalah Bandeng Presto yang merupakan ikan bandeng bertulang lunak. Namun, Semarang juga menawarkan makanan dan jajanan lain untuk dicoba wisatawan selama berkunjung! Seperti  lumpia, tahu pong, tahu gimbal, es congklik, dan wingko babad. Penasaran dengan makanan-makanan khas Semarang yang bisa dicicipi jika berada di kota ini?

Makanan Khas Semarang yang Lezat

Di Kota Semarang, dua tempat terbaik untuk mendapatkan makanan tradisional adalah Jalan Pandanaraan dan Alun-Alun Simpang Lima. Di kedua jalan ini, Anda bisa mendapatkan makanan lokal dengan harga lebih murah. Berikut adalah daftar harga makanan lezat yang ada di Semarang. :

Bandeng Presto

Bandeng presto adalah makanan khas Semarang yang sering dijadikan oleh-oleh. Jika memang Anda  berwisata ke kota ini, Anda tidak boleh lupa mampir ke Jalan Pandanaran. Pasalnya, jalan itu menjadi pusat penjualan oleh-oleh khas Semarang, termasuk bandeng presto.

Bandeng presto merupakan ikan yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit, dan garam, serta dimasak dengan menggunakan alas daun pisang dan menggunakan alat khusus yang biasa disebut presto.

Presto adalah cara memasak dengan uap air bertekanan tinggi. Uap air yang timbul akan menyelesaikan makanan di dalam panci. Cara ini dilakukan agar ikan bandeng menjadi empuk dan enak disantap

Untuk menyantap bandeng presto ini, Anda hanya cukup untuk menggorengnya ke dalam minyak panas saja. Nah, lebih sedap lagi jika Anda menyajikannya dengan sambal. Sedangkan bandeng presto yang sudah dibeli dan tidak digoreng, umumnya dapat disimpan di lemari es dalam kurun waktu tertentu.

Produk olahan ikan presto memiliki duri / tulang yang lunak. Alat pengolahan ikan bandeng presto sendiri merupakan modifikasi dari masakan tradisional. Dibandingkan dengan cara tradisional, waktu yang dibutuhkan untuk tekanan memasak lebih singkat.

Lumpia

Memang bandeng bertulang lunak atau Bandeng Presto adalah makanan paling populer yang bisa ditemukan wisatawan di Kota Semarang. Namun, masih banyak opsi lain yang tersedia, salah satunya adalah lumpia.  Jajanan ini terdiri dari beberapa isian seperti potongan ayam, rebung, telur, udang dll..

Lumpia Semarang merupakan perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, kaena orang Tionghoa menikah dengan orang Indonesia. Makanan ini mulai dijajakan, dan dikenal di Semarang pada saat Pesta Olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Babat Gongso

Sedangkan untuk hidangan utamanya, Kota Semarang memiliki sajian lezat bernama Babat Gongso. Babat Gongso adalah nasi dengan sayur berisikan banyak  jeroan termasuk babat, hati, paru-paru, limpa, dan banyak lagi. Penduduk setempat memasaknya dengan baik dan memasukkan rempah-rempah khusus untuk membuatnya enak!

Satu hal, karena rasa dan keunikannya yang istimewa, harga hidangan ini lebih mahal daripada yang lain. Wisatawan harus membawa uang tunai ekstra. Bagi wisatawan yang mencari makanan yang lebih terjangkau, Anda bisa mencoba makanan lain bernama Tahu Gimbal.

Tahu Gimbal

Tahu Gimbal adalah makanan yang bahan utamanya adalah tahu goreng, bakwan, tempe, dan irisan kol. Ditambah lagi dengan saus kacang. Kenali rambut gimbal

Masakan Semarang terdiri dari tahu goreng, irisan kol mentah, lontong, telur, dan rambut gimbal (udang goreng tepung) serta kacang-kacangan yang dicampur bumbu. Tahu gimbal ini banyak dijual di sepanjang Jl. Pahlawan dan depan Masjid Baiturrahman saat malam hari.

Tahu Pong

Makanan khas Semarang yang direkomendasikan berikutnya untuk dicoba adalah Tahu Pong. Makanan  ini sebenarnya adalah tahu goreng. Namun, tidak ada isi apapun. Itulah sebabnya banyak orang menyebutnya “Pong” atau “Kopong” yang artinya hampa.

Es Congklik

 Sedangkan untuk minuman, Kota Semarang memiliki minuman khas paling terkenal yaitu Es Congklik. Rasanya manis dan menyegarkan, terdiri dari berbagai bahan. Beberapa bahan di es ini adalah alpukat, durian, kelengkeng, sirsak, leci, dan banyak lagi!

Nasi Kucing

Nasi kucing (atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan “sega kucing”) bukanlah menu khusus tetapi lebih pada bagaimana penyajian bungkus nasi yang terdapat di warung-warung angkringan. Dinamakan “nasi kucing” karena memang makanan ini disajikan dengan porsi yang hampir mirip dengan makan kucing.

Nasi kucing ini terdiri dari menu yang bervariasi seperti tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, ikan. Adapula tambahan sate usus, sate kepala atau ceker ayam dan telur puyuh yang sebelumnya dibakar semangkin enak jika sedikit sebelum disajikan.

Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan sangat digemari oleh kalangan pelajar karena harganya yang terbilang murah untuk anak kos, selain itu juga pas di lidah orang Indonesia.

Soto Bangkong

Soto Bangkong sebenarnya merupakan salah satu rumah makan Soto di Semarang yang menyajikan soto sebagai menu utama. Nama Soto Bangkong sendiri diambil dari tempat pertama kali restoran ini berdiri di perempatan Jl. A. Yani, Jl. MT Haryono dan Jl. Brig Katamso biasa dipanggil Bangkong. Dalam perkembangannya Soto Bangkong, tidak hanya di Semarang saja, banyak sekali cabangnya yang tersebar di berbagai kota di Jawa.

Roti Ganjel Rel

Roti Ganjel Rel sebenarnya adalah sebuah roti cokelat yang dilapisi wijen dan identik dengan rasanya yang manis. Roti ganjel ini merupakan makanan khas Semarang yang populer dan legendaris. Dinamakan Roti Ganjel karena bentuknya yang besar dan bisa mengganjal perut yang lapar. Roti ini disa didapatkan di Jl. KH. Wahid Hasyim.

Tahu Pong

Tahu Pong adalah salah satu jenis tahu yang bagian luarnya dilubangi dan digoreng kering. Makanan khas Semarang ini enak disantap saat panas dan Anda bisa mendapatkan tahu ini di sekitar Jl Gadjah Mada dan Jl Depok

Wingko babad

Wingko babat sebenarnya adalah makanan khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang berbahan utama dari kelapa. Wingko ini sangat terkenal di berbagai wilayah Indonesia dan sering dijual di stasiun kereta api, terminal bus atau juga di toko kue.

Roti ini merupakan perpaduan gula dan kelapa sehingga menjadikan  kue ini terasa lezat. Harga juganya bisa bervariasi tergantung tempat dan merk kue wingko yang dijual ini.

Wingko sendiri sebenarnya bukan dari Semarang. Wingko babat sebenarnya berasal dari sebuah kota bernama “Babat” di kota Bojonegoro. Kelapa yang digunakan untuk bahan wingko diambil dari daerah sekitar sini sehingga dinamakan wingko babat.

Nah, dari sekian makanan khas Semarang yang telah dijelaskan di atas, mana sih yang paling Anda sukai dan gemari?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top